PortalSumatra.Com, Gunungsitoli - Gunungsitoli, 5 Agustus 2026 – PT PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkitan (UP) Belawan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tahun 2026. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pelatihan pengolahan tepung pisang dan pengembangan produk turunan Virgin Coconut Oil (VCO) bagi kelompok perempuan di Kota Gunungsitoli.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah komoditas lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis, kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang usaha baru sekaligus mendorong terciptanya sumber pendapatan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Gunungsitoli. Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., turut memberikan dukungan terhadap program tersebut yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli, Dafril Hulu, S.E.
Sementara dari PLN NP UP Belawan, kegiatan dihadiri oleh Asisten Manajer Business Support dan CSR, Mitra Wirman, bersama tim Business Support dan tim Komunikasi perusahaan. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (YAKOPI) sebagai mitra pelaksana.
Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai teknik pemanfaatan buah pisang sebagai bahan dasar tepung. Pengolahan tersebut diharapkan dapat memperpanjang masa pemanfaatan komoditas sekaligus menciptakan produk pangan yang mempunyai peluang untuk dikembangkan sebagai produk usaha.
Sementara itu, materi mengenai produk turunan VCO memberikan wawasan kepada kelompok perempuan mengenai potensi pengembangan kelapa menjadi berbagai produk bernilai tambah. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk mengembangkan usaha secara kreatif dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka.
Asisten Manajer Business Support dan CSR PLN NP UP Belawan, Mitra Wirman, mengatakan bahwa pendekatan pemberdayaan menjadi salah satu fokus penting dalam pelaksanaan program TJSL perusahaan.
“Melalui program TJSL ini, kami berharap masyarakat memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Potensi lokal seperti pisang dan kelapa memiliki peluang besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan mengembangkannya menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Kolaborasi antara PLN NP UP Belawan, Pemerintah Kota Gunungsitoli, dan YAKOPI menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat. Sinergi lintas pihak tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kelompok usaha yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.
Program pelatihan ini sekaligus mempertegas arah pelaksanaan TJSL PLN NP UP Belawan yang tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan potensi daerah.
Ke depan, kelompok perempuan peserta pelatihan diharapkan mampu mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh menjadi produk yang lebih kreatif dan berkualitas, membangun identitas produk lokal, serta memperluas akses pemasaran.
Melalui berbagai program pemberdayaan berbasis potensi lokal tersebut, PLN NP UP Belawan berkomitmen untuk terus membangun hubungan yang positif dengan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya kemandirian ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar. (redaksi)